Isi ban kendaraan anda dengan Gas Nitrogen

Apapun kendaraan anda, ban adalah komponen yang harus mendapat perhatian serius.  Adakalanya suatu kecelakaan lalu-lintas diakibatkan karena terjadi masalah karena ban kendaraan anda.  Saat ini di sepanjang jalan banyak tempat pengisian gas untuk ban kendaraan anda.  Gas yang biasa anda gunakan pada ban kendaraan anda (isi angin) biasanya terdiri dari 20 % Oksigen dan sekitar 78 % gas nitrogen.   Oksigen mempunyai partikel yang lebih kecil dibanding Nitrogen, sehingga gas oksigen 3 kali lebih cepat merembes keluar melalui celah-celah halus sambungan ban dan pelk (velg) maupun lewat pentil.  Beda dengan gas Nitrogen (N2) yang lebih padat dan memiliki tekanan yang lebih stabil terhadap perubahan suhu kerja ban.  Berikut ini adalah keuntungan mengisi ban kendaraan anda dengan gas Nitrogen murni (N2) seperti yang dikutip dari Kompas.com :

Apa saja keuntungannya
1. Nitrogen tidak mudah keluar dari pori-pori ban karena partikelnya lebih besar dibanding angin biasa. Jadi, tak perlu terlalu sering isi angin. Walau sekarang pada umumnya sudah banyak ban yang memiliki kandungan nitro buthyl yang membuat uap air (pada ban berisi angin) tak bisa menyerap ke pori-pori.

2. Bobot N2 lebih ringan dari angin dan berat molekulnya juga lebih rendah, yakni 14 atom berbanding 16 atom.

3. Tidak mudah panas dan tekanan udara di dalam ban lebih stabil. Ini disebabkan sifat nitrogen yang dingin dan tak mudah bereaksi sehingga, ketika mobil melesat dengan kecepatan tinggi, tekanannya tetap stabil. Tidak demikian dengan ban yang berisi angin.

4. Jarak tempuh lebih baik lantaran karet menjadi awet karena dipengaruhi sifat dingin nitrogen.

5. Velg terhindar korosi, khususnya bagi ban tubeless akibat tiadanya uap air. Umumnya, kandungan nitrogen memiliki standar minimal 93 persen, dikategorikan tanpa uap air.

Berikut ini info untuk pemilik kendaraan ketika tukang ban melakukan pengisian nitrgoen:
1. Kuras angin ban disertai dengan melepas pentil.

2. Setelah terbuang, isi N2 80-85 persen dari tekanan idealnya. Semisal ban profil tipis, jika seharusnya diisi 40 Psi, untuk penggunaan ini, cukup diisi 32-34 Psi.

3. Kemudian, lakukan poin 1 (buang nitrogen) dan isi kembali (pentil belum terpasang). Tujuannya agar, saat pengisian, asupan kedua murni N2.

4. Pasang pentil dan lanjutkan dengan pengisian kembali sampai batas ideal.

Semoga bermanfaat dan selamat beralih ke N2!

About A Kurniawan

I was a cop who wants to write about all the things about the police all over the world
This entry was posted in Serba-serbi and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s